kemarin ada teman nawarin brand lipstick baru nih. brand lokal Indonesia yang punya judul Mineral Botanica. sebenarnya sudah lumayan lama juga dengar nama brand ini cuma belum pernah nemu barangnya. alasan lain karena entah kenapa beberapa tahun terakhir aku agak alergian ma lipstik dengan gejala yang random, mulai dari yang gatel sampai yang tau-tau berasa perih gak jelas. kemudian sodara yang kebetulan tinggal di Jerman recomend sebuah brand dari sana yang katanya natural product. si mbak ini juga yang recomend untuk mulai beralih ke produk natural. nah berhubung teman saya itu bilang Mineral Botanica ini natural product jadi ya cobain aja. hehehe :p
kali ini saya mencoba moisturizing lipsticknya. kenapa? karena bibir aku itu kering banget dan males banget pakai lip balm. hehehehe. kemasanya lucu sih, kaya crayon gitu. trus casingnya dof jadi kesannya lebih classy (menurutku lho).
tampilannya seperti ini
ada 15 warna yang tersedia. kebetulan lagi suka warna pink natural makanya pilih warna ini. warnanya cocok sama kulit aku yang tanning (tanning ya bukan hitam :p). meskipun di katalog warnanya labelnya nude cream. sengaja pilih warna ini biar kalau ditimpa dengan lipstick warna lain gak aneh. hehehe
warnanya seperti ini.
+
kalau buat aku lipstick ini cukup recomend. dilabelnya si paraben free dan terbukti gak bikin alergi.
warnanya gak glossy meskipun moisturizing, warnanya cenderung matte jadi lebih natural.
casingnya yang seperti crayon lucu :p
harga cuma Rp. 44k. terjangkau lah untuk ukuran lipstick :p
-
kalau kamu cari lipstick yang tahan lama, jangan beli yang ini. lipstick ini sama sekali gak tahan lama. dipakai makan juga udah lewat warnanya
pagi ini gak tahu kenapa tiba-tiba ingat salah satu makanan yang seumur2 cm makan 2x.
jadi tahun 2011 punya kesempatan "main" ke Yaman. nah, makanan ini adalah salah satu makanan tradisional dari Yaman. nama makanan ini Saltah.
Saltah ini biasanya dimakan untuk lunch. tapi kali kedua aku makan untuk dinner (pas datang undangan dinner dari temen kantornya saudara). dua kali makan saltah warnanya mirip. warnanya antara kecoklatan dengan sedikit warna hijau ditengah gitu. menurut tuan rumah dan pemandu (waktu makan pertama kali), Saltah ini dibuat dari sayuran yang dimasak jadi satu di semacam piring tanah liat gitu. meskipun dibuat dari campuran sayur, gak ada rasa sayurnya sama sekali. jadi asumsiku semua bahan dimasak sampai hancur. gak kebayang deh berapa lama masaknya. biasanya saltah dimakan pakai flat bread.
seperti juga hampir semua makanan tradisional, saltah punya cita rasa berbeda untuk setiap keluarga sepertinya. pertama kali, kami (aku n keluarga) makan di salah satu restoran saltah paling ramai di sana'a. di sini ada rasa agak pahit. pahitnya tuh kayak kita makan sambel ijo padang itu. kali kedua, ya pas diundang makan itu. dan masakan rumah memang lebih enak rasanya. saltah di rumah itu rasanya halus. pedesnya halus dan cenderung gurih. aku suka saltah yang versi rumah tangga ini.
hmm, mungkin saya perlu jalan-jalan lagi *toyor kepala sendiri*
I don't wanna talk about
things we've gone through,
Though it's hurting me, now it's history
I've played all my cards and that's what you've done too,
Nothing more to say, no more ace to play
The winner takes it all, the loser standing small
Beside the victory, that's her destiny
I was in your arms
thinking I belonged there,
I figured it made sense, building me a fence,
Building me a home, thinking I'd be strong there,
But I was a fool, playing by the rules
The gods may throw a dice, their minds as cold as ice,
And someone way down here loses someone dear
The winner takes it all,
the loser has to fall,
It's simple and it's plain, why should I complain
But tell me, does she
kiss like I used to kiss you,
Does it feel the same when she calls your name
Somewhere deep inside you must know I miss you,
But what can I say, rules must be obeyed
The judges will decide the likes of me abide,
Spectators of the show always staying low
The game is on again, a lover
or a friend,
A big thing or a small, the winner takes it all
I don't wanna talk if it
makes you feel sad,
And I understand you've come to shake my hand
I apologize if it makes you feel bad
Seeing me so tense, no self-confidence
kemarin untuk kesekian kalinya iseng ke Kopeng. entah kenapa jalan agak rame juga. g seperti biasanya. mungkin karena week end dan memang sudah agak siang (berangkat sekitar jam 01.00 pm) dari semarang. rombongan kali ini barengan sama Kanjeng Mami, Bapak, adek, and bulik dari Semarang. traveling bareng dua ibu-ibu yang dicari pastinya pasar. apa lagi kalau salah satunya adalah ibu-ibu punya warung dengan langganan yang lumayan seperti si bulik ini :p
awalnya kita coba lihat ke pasar getasan yang kemarin sedang ramai. biasanya pasar getasan ini lumayan murah dan bisa ngecer. jadi tidak harus beli banyak. tapi karena kemarin lebih ramai dari biasanya, para pedagang jadi agak susah juga ditawarnya. bahakan pedagang tanaman sayur dan buah yang biasanya bisa ditawar juga kemarin agak ketus gitu. padahal mupeng ma pohono strawberry. biasanya mereka jual benih strawberry local antara 5000-7500. kemarin ngotot 10000 g boleh ditawar lagi. ya sudah pasrah n ngloyor pergi aja :p
lanjut naik ke atas tiba-tiba penasaran dengan pasar ngablak karena seingatku pasar ngablak itu pasar tradisional dan lumayan murah untuk sayur dan hasil pertanian lainnya. ketika sampai di pasar ngablak, ternyata yang adalah adalah sekumpulan pedagang sayur dengan sayuran macam-macam dan berkarung-karung. kami sudah mikir kalau mereka pedagang grosiran nih dan isenglah saya tanya-tanya. menurut salah satu pedagang, disitu memang pasar grosir sayuran. mereka sama sekali tidak menjual eceran. tapi setiap pahing akan ada pasar pagi di area yang sama. langsung saja nyletuk ma bapak, "lha mosok belanja aja nunggu setiap pahing," bapak sih ketawa aja :p
sebagai obat "gela" kami mutusin buat cari jajanan dan dapet penjual bubur dan gorengan. salah satunya bakwan bayam, bulikku bilang itu badak bayam (dasar orang semarang :p)
pasar grosir ngablak
nunggu pembeli atau nunggu mobil pengangkut ya?
si adek lagi happy makan bubur (mbaknya yang jual bubur ayu :D)
kata bulikku ini namanya badak bayam (badak kok dimakan :p )
terong ini harganya Rp 3000,- per kg. tapi belinya harus sekarung gitu.
per karung paling sedikit 50kg (tiap karung beda-beda kiloannya)
kol ini juga cm Rp 3000,- per kg nya
berhubung belum dapat belanjaan apa-apa, ibu minta diantar ke tempat wisata kopeng. disana memang banyak pedagang yang sudah ngantri nawarin dagangan berupa sayur dan buah terutama jeruk batu, pada para wisatawan. dan para ibu-ibu itu pun menawar dagangan dengan sadisnya. usut punya usut, ternyata di pasar ngablak mereka sudah keliling dan tanya harga eceran untuk setiap sayur grosir tersebut *speechless*. saya dan adek sih bengong, bingung, dambil jadi tukang bawa belanjaan aja. hehehehehe
gini nih kalau wisata sama ibu-ibu, sayangnya lupa gak foto hasil belanjaan yang katanya 10000 bisa buat bumbu jualan seminggu itu :p